Kreartos

Langkah Mengamankan Website

Hacker Gonna Hack: 5 Langkah Mengamankan Website

Kegagalan dalam melindungi website dari ulah peretas sama seperti Anda berlari telanjang di jalan raya sembari membuang kartu ATM lengkap dengan nomor pinnya. Tak hanya itu, website yang rentan disusupin oleh peretas turut membuat data pelanggan perusahaan menjadi tidak aman, sehingga kredibilitas Anda pun mulai dipertanyakan. Oleh karena itu, Anda perlu memahami langkah mengamankan website agar senantiasa secure dari ulah peretas digital.

Hacker Gonna Hack

Terlepas Anda memiliki website UMKM atau perusahaan skala besar, seorang hacker tentu tetap akan meretas website. Sebab itu adalah kerjaan mereka. Karena itu, Anda perlu mengamankan website sebaik dan sebagus mungkin hingga sukar disusupi oleh pihak yang ingin mencuri data-data perusahan Anda.

Masih ingat kasus peretasan terbesar di awal abad milenium yang dikenal dengan The Mafiaboy Attacks? Pelakunya adalah seorang peretas berusia 15 tahun bernama Michael Calce. Ia melakukan serangan DDoS yang kuat ke beberapa website terbesar di tahun 2000. Dan ia berhasil membuat CNN, Yahoo, Amazon, eBay, Dell, dan eTrade ketar-ketir dalam menangani hal ini.

Tak hanya itu, masih banyak kasus-kasus lainnya yang tentu akan membuat Anda harus selalu waspada dan mulai memperkuat keamanan server perusahaan. Untuk lebih lanjutnya, di sini Anda bisa memahami apa yang ada di balik tirai keamanan perusahaan, sehingga Anda dapat membuat website senantiasa aman dan tidak menjadi korban dari kejahatan digital.

5 Langkah Mengamankan Website

Jadi apa saja langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk mengamankan website dari serangan peretas digital?

1. Lindungi Data Pelanggan Anda dengan SSL

Jika Anda melihat sebuah website dengan ikon gembok di sebelah atas bagian kanan URL, maka itu adalah kebutuhan keamanan yang diperlukan oleh pelanggan Anda. Ikon tersebut adalah Secure Socket Layers (SSL), dan normal dimulai dengan https:// bukan http://.

SSL adalah lapisan perlindungan ekstra yang akan mengamankan informasi pelanggan Anda dengan enkripsi yang berguna untuk menghalangi peretas masuk ke dalam website dan mencuri data pelanggan. Semakin kuat SSL Anda, maka akan semakin baik keamanan website tersebut.

PS: “s” untuk “secure

2. Gunakan Brute Force Protection

Brute Force Protection berfungsi mencegah serangan brutal pada website, khususnya saat peretas sedang berusaha menebak sandi website Anda. Menariknya Anda dapat menyesuaikan cara kerja Brute Force Protection. Pilih daftar upaya apa saja yang harus dilakukan seseorang untuk memasukkan kata sandi sebelum mereka diblokir, berapa lama Anda ingin larangan ini berlangsung, alamat IP untuk diblokir, dll.

Di akhir sistem manajemen kontennya, cukup klik “Tambah Aturan Perlindungan Baru” untuk membuat aturan yang lebih kuat dan lihat “Log Brute Force” sehingga Anda dapat melihat alamat IP mana saja yang pernah mencoba menyusup. Tentu saja pemeriksaan secara teratur dibutuhkan agar Brute Force Protection tetap berjalan aman.

3. Lakukan Backups Berkala

Jangan biarkan data perusahaan Anda dicuri tanpa ada backup, atau jangan tunggu kiamat sistem datang melanda website perusahaan Anda. Pastikan Anda telah menyimpan backup data harian perusahaan dengan aman di luar lokasi penyimpanan utama. Ini dibutuhkan untuk perlindungan ekstra. Atur pencadangan data agar backup bekejera secara otomatis setiap hari sehingga tidak ada yang terlupakan ketika sistem mengalami kerusakan.

4. Pemeliharaan Server Secara Reguler

Langkah mengamankan website yang keempat adalah dengan melakukan pemeliharaan server secara reguler. Ini juga bagian dari kewaspadaan konstan agar software yang terhubung ke website Anda terus diperbarui, dan pastinya hal ini juga bagian dari langkah penting untuk melindungi website di sisi server. Pemeliharaan dan pembaruan rutin sangat penting untuk mencegah kejahatan dunia maya menyerang website Anda.

5. Selalu Gunakan Kata Sandi yang Aman

Jangan pernah menggunakan kata sandi yang sama dan berulang dan juga umum digunakan oleh banyak orang. Misalnya: “1234567890” atau “qwertyuiop”. Hal ini sama saja dengan menceritakan rahasia terbesar hidup Anda kepada orang yang tidak Anda kenal.

Lebih mudah lagi, pikirkan kalimat yang akan mudah Anda ingat setiap waktu, misalnya: “gorila coklat makan biskuat di atas sepeda motor beat sembari membaca buku seratus tahun kesunyian”. Ingat atau bahkan tulis di atas kertas kalimat tersebut. Kemudian jadikan akronim yang akan sulit ditebak ketika menjadi kata sandi: gcmbdasmbsmbstk.

Setelah kalimat panjang tersebut menjadi akronim “gcmbdasmbsmbstk”. Langkah selanjutnya, kapitalkan setidaknya satu huruf dan buat huruf tertentu menjadi angka atau karakter khusus, seperti: Gcmbd4$mb$mb$tk.

Kesimpulan

Keamanan website adalah hal utama, apalagi jika itu adalah website bisinis Anda. Karena itu, dengan memahami langkah-langkah dasar untuk mengamankan website di sisi server, Anda akan menjadi lebih paham cara menjaga data website, data pelanggan, dan bisnis Anda tetap aman dari ulah peretas. Tertarik untuk memperkuat keamanan website bisnis Anda? Langsung konsultasikan dengan tim profesional kami melalui link di bawah ini:

Mulai Konsultasi