Kreartos

open source vs. closed source

Perbandingan CMS Open Source dan Closed Source

CMS atau akronim dari content management system adalah software yang digunakan untuk mengembangakan sebuah website. Software ini terdiri atas dua jenis: open source dan closed source. Open source adalah software CMS yang umum digunakan untuk membangun sebuah website. WordPress adalah salah satu contohnya, namun, nyatanya open source jenis ini juga memiliki risiko tersendiri perihal keamanan.

Namun, Anda tidak perlu ragu. Sebab dalam artikel ini kami akan membantu Anda memahami lebih jauh lagi mengenai CMS open source dan closed source sehingga dapat mengambil keputusan terbaik demi keamanan website yang ingin Anda kembangkan.

Sederhananya, tidak ada pilihan yang 100% aman pun 100% tidak aman. Untuk lebih lanjutnya dan agar Anda lebih memahaminya, terlebih dahulu kami akan memulai dari pemahaman tentang content management system atau CMS.

Apa itu Content Management System?

Content management system atau CMS adalah sebuah software sistem manajemen konten bebasis website yang digunakan untuk membuat, mengatur, memodifikasi, dan mengelola kontent digital yang ada di sebuah website.

Sederhanya cara kerja CMS adalah untuk memodifikasi konten digital yang ada di website Anda. Dan WordPress adalah aplikasi CMS yang cukup terkenal karena memungkinkan penggunanya untuk membuat halaman website dengan cara yang sama seperti mereka membuat posting di blog.

CMS Open Source dan Closed Source

Sebagai pemilik bisnis, Anda tentu memiliki pilihan untuk membuat sistem manajemen konten milik Anda sendiri, baik itu bersifat closed source atau menggunakan WordPress yang notabenenya bersifat open source.

Akan tetapi, sebelum mulai memilihnya Anda harus benar-benar mempertimbangkan dan juga memahami lebih jauh lagi perihal jenis CMS yang ingin Anda gunakan. Berikut perbedaan antara CMS open source dan closed source:

Open Source

CMS open source merupakan software aplikasi yang memiliki sumber kode “terbuka” yang dapat diakses oleh hampir semua pengguna.

WordPress adalah salah satu contohnya. Siapa pun dapat melihat dan memperoleh source code yang terdapat di WordPress.

Misalnya, jika Anda membuat website di WordPress, Anda dapat mengakses banyak plugin untuk menyempurnakannya. Plugin ini dapat dimodifikasi oleh siapa saja, dan tentu saja kalau tidak hati-hati akan menimbulkan risiko keamanan yang serius untuk bisnis Anda.

Jika Anda mengunduh plugin yang diproduksi oleh peretas atau pihak ketiga yang tidak kredibel. Secara tidak langsung Anda seperti memberikan akses kode website kepada peretas atau pihak ketiga tersebut.

Sayangnya, ini adalah salah satu konsekuensi menggunakan WordPress. Sebab WordPress telah menjadi korban serangan siber yang tak terhitung jumlahnya dari masa lalu hingga hari ini.

Real fact: WordPress menyumbang 85% dari semua serangan siber dari semua content management systems yang ada. Hal ini dikarenakan WordPress telah menjadi CMS yang paling banyak digunakan untuk mengembangkan sebuah website.

Closed Source

Closed source adalah aplikasi CMS berbasis web yang memiliki sumber kode “tertutup”. Tidak seperti content management system sebelumnya yang bersifat terbuka, di sini hanya pihak developer yang memiliki akses terhadap kode utama.

Artinya, CMS mode ini bisa membuat membuat peretas kesulitan dalam mendapatkan akses menuju website Anda, kecuali jika yang meretas adalah agen ganda yang bekerja sama dalam mengembangkan website Anda, atau pihak ke-3 yang Anda minta untuk mengembangkan website tersebut.

Manfaat CMS Open Source

Kendati dalam beberapa sisi open source seperti WordPress memiliki kekurangan. Namun, selalu ada manfaat yang tidak dapat disangkal ketika Anda menggunakan content management systems ini.

Berikut beberapa manfaat dasar menggunakan CMS open source.

  • Software yang fleksibel:

CMS open source memberikan kebebasan kepada Anda untuk memaksimalkan website. Misalnya, WordPress menyediakan Anda plugin agar Anda dapat membuat website menjadi lebih baik.

  • Dukungan pengguna yang luar biasa:

Sebab software jenis open source ini dapat diakses oleh siapa saja, sehingga memudahkan terbentuknya komunitas besar yang berisi ragam ahli developer yang dapat memodifikasi perangkat lunak dan mendukung para penggunanya.

  • Terdapat ragam sumber daya pengembangan yang tersedia:

Software open source seperti WordPress memiliki komunitas luar biasa yang mampu menyediakan ragam sumber daya bagi pengguna untuk mengembangkan website yang dirancang dengan WordPress.

Manfaat CMS Closed Source

Berikut beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan ketika menggunakan CMS closed source:

  • Kurva Pembelajaran yang Lebih Kecil:

Jika Anda menggunakan CMS open source, makan Anda akan sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk mempelajari sistemnya. Ini tidak berlaku jika Anda menggunakan CMS closed source, yang berarti hanya sedikit pekerjaan untuk Anda.

  • Dukungan yang Dipersonalisasi:

Jika Anda mengalami masalah dengan CMS, Anda dapat mengandalkan tim pengembang website untuk memberi dukungan langsung agar segera menyelesaikan permasalahan Anda.

  • Kualitas Keamanan:

CMS closed source hanya dapat dimodifikasi oleh tim pengembangnya, yang berarti lebih sedikit peluang peretasan.

Kesimpulan

Sebagaimana yang kita bahas sebelumnya, tidak ada website yang 100% aman. Baik Anda menggunakan content management systems bersifat open source atau closed source. Dua jenis CMS ini tetap memiliki kekurangannya masing-masing.

Jika open source seperti WordPress terkesan lebih rentan terhadap peretasan, maka closed source bisa jadi lebih mahal secara harga. Selain itu, closed source juga rentan disalahgunakan ketika pihak ketiga yang menjadi developer website Anda sosok yang undependable.

Tertarik untuk memahami lebih jauh lagi perihal mana yang terbaik untuk pengembangan website bisnis Anda? Langsung konsultasikan bersama tim ahli kami melalui link di bawah ini:

Mulai Konsultasi